2.17.2011

4 Langkah Menanggulangi Kulit Ketiak yang Hitam

By Ayu Kinanti  Thursday February 17, 2011
 
Memiliki kulit ketiak yang hitam terkadang membuat wanita kurang percaya diri. Tapi ada kiat-kiat untuk membuat kulit ketiak menjadi lebih putih dan halus. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda ikuti.


Pertama-tama yang perlu disadari adalah, kulit ketiak merupakan salah satu kulit yang paling sensitif. Untuk itu merawatnya pun butuh perhatian khusus. kiat-kiat merawat kulit ketiak yang dikutip dari carefair ini bisa membantu Anda.

1. Pengelupasan
Kulit hitam di daerah ketiak bisa jadi merupakan kumpulan sel kulit mati. Untuk itu, yang harus Anda lakukan adalah membuang semua sel kulit mati tersebut dan menggantinya dengan yang baru. Beberapa produk kecantikan menyediakan krim khusus kulit ketiak yang bisa Anda gunakan. Secara alami, pengelupasan juga bisa dilakukan dengan menggosok kulit ketiak menggunakan spons mandi atau loofah. Dengan menggosoknya, akan memancing sel-sel kulit membentuk lapisan baru yang telah rusak.

2. Memilih pisau cukur

Bulu-bulu ketiak yang tidak tercukur dengan sempurna akan menghambat pori-pori dan membuat kulit di sekitarnya menghitam. Untuk menghindarinya, pilihlah pisau cukur yang berkualitas. Jangan pernah menggunakan pisau tumpul saat mencukur bulu ketiak. Waxing juga bisa menjadi jalan keluar yang baik, karena metode ini bisa mencabut bulu ketiak hingga ke akar, sehingga tidak tertinggal di kulit ketiak Anda.

3. Memilih deodoran

Deodoran pilihan Anda bisa jadi merupakan penyebab menghitamnya kulit di sekitar ketiak. Mungkin kandungan di dalamnya tidak sesuai dengan kulit Anda sehingga membuatnya menjadi hitam. Daripada berisiko, Anda bisa mencegah bau ketiak dengan 'deodoran alami'. Setelah mandi, gunakanlah baking soda di ketiak Anda. Baking soda juga bisa membunuh bakteri penyebab bau tidak sedap di ketiak.

4. Memutihkan kulit
Beberapa merek produk kecantikan juga mengeluarkan pemutih khusus kulit ketiak. Anda juga bisa mencobanya sebagai solusi. Ingin yang alami? Gunakan perasan jeruk lemon di ketiak Anda setiap mandi. Perasan jeruk lemon adalah bahan pemutih kulit yang alami.

Selamat mencoba!
 
 

2.13.2011

Pengobatan Darurat Sakit Gigi Sebelum ke Dokter Gigi

Sabtu, 12/02/2011 08:19 WIB
Vera Farah Bararah - detikHealth


Jakarta, Sakit gigi adalah keluhan yang paling tidak disukai dan bisa membuat orang emosi. Cara terbaik mengatasi sakit gigi adalah memperbaiki gigi yang bermasalah dengan datang ke dokter gigi. Tapi ada beberapa cara alami yang bisa digunakan sebelum Anda ke dokter gigi.

Sakit gigi yang timbul bisa diakibatkan oleh gigi berlubang, tumbuh gigi ditempat yang tidak seharusnya serta adanya infeksi pada gusi atau gigi. Kondisi-kondisi ini hanya bisa dilakukan ahlinya yakni dokter gigi, karena kondisi itu harus diperbaiki seperti semula.

Obat-obatan pengurang sakit hanya bersifat darurat yang hanya mengatasi rasa sakit sementara, tapi jika tidak ditangani tuntas serangan sakit gigi bisa muncul lagi.

Beberapa cara dan bahan alami diketahui bisa mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan di gigi sebelum Anda sempat ke dokter gigi, seperti dilansir Livestrong, Sabtu (12/2/2011) yaitu:

Bawang putih

Berdasarkan buku 'Jude's Herbal Home Remedies' karangan Jude C Todd diketahui bahwa bawang putih bisa mengobati sakit gigi atau pun gigi berlubang karena mengandung senyawa antiseptik.

Caranya ambil satu siung bawang putih dan meletakkannya pada gigi yang sakit. Lakukan selama 5 menit, lalu keluarkan bawang putih dan cuci mulut dengan air hangat.

Teh
Dalam buku 'Prescriptions for Herbal Healing' karangan Phyllis A Balch menuturkan bahwa teh bisa digunakan untuk mengatasi sakit gigi.

Teh hangat bisa membantu menghilangkan bakteri di mulut dan mengurangi rasa sakit, sedangkan kantong teh hangat bisa ditempatkan digusi gigi yang sakit untuk membantu menghentikan peradangan. Tapi sebaiknya tidak menggunakan gula dalam membuat teh hangat.

Es Batu

Menggunakan es batu diketahui bisa mengurangi rasa sakit dan bengkak pada gigi dan gusi. Caranya letakkan es batu dalam kantong atau kain ke daerah yang sakit dan biarkan selama 5-10 menit lalu lepaskan. Lakukan hal ini sebanyak 2 kali sehari, tapi jika kondisinya tidak membaik, segera hubungi dokter.

Minyak cengkih

Sebuah studi yang dilaporkan dalam Journal of Dentistry pada tahun 2006 menemukan bahwa minyak cengkeh bisa meredakan sakit gigi.

Caranya ambil 2-3 tetes minyak cengkeh ke kapas lalu gosokkan ke gigi yang sakit. Jika menggunakan cengkeh sebaiknya dibasahi dengan air liur terlebih dahulu sebelum diletakkan ke gigi yang sakit.

Cabai rawit
Cabai rawit mengandung senyawa capsaicin yang bisa berfungsi meringankan rasa sakit. Caranya larutkan cabai rawit ke dalam air panas, celupkan kapas, peras sedikit dan letakkan di gigi yang sakit.


(ver/ir

2.11.2011

Penting Diketahui Bagi Pemilik Kulit Kering!

 

  
Memiliki kulit wajah kering sedikit susah gampang. Karena biasanya kulit tersebut, walau kering bukan berarti jauh dari bermacam-macam masalah. Karna bila anda tidak rutin merawatnya kulit anda bisa cepat keriput.

Ciri-ciri pemilik kulit kering biasanya berpori-pori kecil dan bersisik. Nah, pemilik kulit ini akan lebih mudah teriritasi dibanding kulit normal dan kulit berminyak. Lebih parahnya, kemungkinan besar pemilik kulit kering banyak memiliki flek hitam diwajah. Adapun jerawat dan komedo, biasanya sangat kecil namun merata dan sangat sulit dihilangkan.

Penting Diketahui!
Ada beberapa hal yang penting diketahui bagi pemilik kulit kering. Hal ini sangat penting untuk perawatan yang Anda lakukan. Karena bila anda salah perawatan kulit anda bisa terancam kerusakan parah!!. 


1. Cuaca
Pada musim dan cuaca tertentu, pemilik kulit kering biasanya paling mudah bereaksi. Karena system pemanasan yang ada dalam kulit membuat kulit kehilangan kelembabannya. Saran whatzups biasakan membuka jendela ruangan agar kulit bisa beradaptasi dengan cepat dan pakai pelembab sedikit tebal dari biasanya agar kulit tidak terlihat seperti berkerak.

2. Sinar Matahari
Sinar matahari jelas musuh utama bagi semua jenis kulit apalagi kulit kering. Oleh karena itu, pakai pelembab yang memiliki kadar SPF cukup untuk mnghidari sengatan langsung ke kulit. Yang amannya, gunakan topi atau paying bila panas matahari terlalu menyengat.

3. Air
Selalu minum air rutin 8 gelas sehari. Pemilik kulit kering, memiliki kulit seperti spons yang cepat menyerap dan langsung kering. Untuk menghindari kekeringan berlebih bisa diakali dengan konsumsi air putih yang baik. Yang lebih baik lagi, basuh wajah dengan air es atau air dingin sebelum memakai pelembab. Hal ini selain menyegarkan wajah, juga bisa membuat kelembaban kulit terjaga lebih lama.

4. Hindari Berendam terlalu lama
Semua orang sangat senang memanjakan diri dengan berendam air hangat atau air sabun. Padahal berendam terlalu lama didalam bathtub bisa menyebabkan kulit malah bertambah kering. Apalagi bila membiasakan diri dengan berendam di air yang terlalu panas. Cukup berendam selama 10-15 menit dengan bath salt dan sedikit susu dan setengah cangkir madu
pada air hangat anda. Dijamin kulit anda halus, lembut dan lembab sepanjang hari. 



Do and don’t!!
 
Ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan bila anda memiliki kulit kering.

Do!
1. Pakai pelembab setiap hari
2. Selalu menggunakan sunblock dengan SPF diatas 30
3. Makan makanan yang bernutrisi baik seperti buah, yogurt, sayuran, gandum atau sereal dan minum air putih dibanding soda dan kopi.
4. Pakai selalu krim malam untuk memperbaiki kulit
5. Fokus pada perawatan daerah mata dibanding lainnya.

Don’t!
1. Terlalu sering berjemur di bawah matahari langsung
2. Biasakan minim make up dan rajin membersihkannya. Karena tipe kering terlalu mudah terkena keriput.

Selamat mencoba.


Teks: Stefanie
Sumber : http://whatzups.com/


2.10.2011

Cara Efektif Pakai Sabun dan Antiseptik untuk Cuci Tangan

Kamis, 11/11/2010 18:00 WIB 
 
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth



Jakarta, Sabun dan cairan antiseptik merupakan 2 bahan yang paling sering digunakan untuk cuci tangan. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan dalam mengusir kuman, sehingga dalam kondisi tertentu keduanya bisa saling melengkapi.

Prof Dr Djoko Wibowo, DTM&H, SpPD-KPTI mengatakan sabun paling ampuh untuk menghilangkan minyak, lumpur dan pengotor organik yang menempel pada kulit tangan. Sebagian besar mikroba juga bisa dibasuh dengan sabun, namun tidak sebanyak antiseptik.

"Sabun dan air mengalir paling bagus untuk cuci tangan, namun butuh fasilitas khusus seperti wastafel dan sebagainya," ungkap Prof Djoko, ketua Perhimpunan Pengendalian Infeksi Indionesia (Perdalin), dalam jumpa pers penandatanganan kerjasama antara Perdalin dengan Bayer Schering Pharma dalam mengkampanyekan kebersihan tangan dan pengendalian infeksi di Hotel Intercontinental, Jakarta, Kamis (11/11/2010).

Selain butuh fasilitas khusus yang tentu harganya tidak murah, cuci tangan pakai sabun juga butuh waktu lebih lama yakni 40-60 detik. Karena itu banyak petugas rumah sakit yang menjadi malas untuk cuci tangan, sehingga meningkatkan risiko penularan penyakit.

Cara yang lebih praktis dibangingkan pakai sabun adalah pakai cairan antiseptik berbasis alkohol. Meski tidak bisa menggantikan sabun yang ampuh mengangkat kotoran, namun bahan ini cukup praktis karena kemasannya bisa dibawa ke mana-mana bisa membersihkan tangan dari kuman hanya dalam 20 detik.

Oleh organisasi kesehatan dunia WHO, antiseptik dijadikan standar di rumah sakit dan pusat-pusat layanan kesehatan. Cairan ini mudah ditemukan di samping bed pasien dan dinding-dinding ruang perawatan, bahkan bisa dikantongi oleh dokter atau perawat.

Kombinasi antara sabun dengan antiseptik akan lebih efektif mengangkat kotoran dan kuman-kuman yang berada di permukaan kulit (transient microorganism). Caranya, bersihkan dulu tangan pakai sabun selama 40-60 detik lalu bilas dengan antiseptik selama 20 detik.

Untuk membersihkan kuman-kuman yang bersembunyi di lapisan kulit yang lebih dalam (resident microorganism), butuh teknik tambahan selain mengkombinasikan sabun dan antiseptik. Tekniknya adalah menggosok kulit saat mencucinya pakai sabun dan antiseptik, dengan waktu yang lebih lama yakni 120 detik.

(up/ir)

Teh Mengandung Bakteri Lebih Berkhasiat?

Kamis, 10/02/2011 16:49 WIB 

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth


Jakarta, Ketika ada susu mengandung bakteri, masyarakat panik karena sedikit banyak akan berdampak pada kesehatan. Lain halnya dengan teh Kombucha yang memang dicampur bakteri, ramuan ini malah diklaim lebih berkhasiat dibanding teh biasa.

Kandungan bakteri dan ragi dalam teh Kombucha menyebabkan minuman ini terasa agak asam karena mengalami fermentasi. Ada juga yang menyebutnya teh jamur atau mushroom tea, karena lempengan yang diseduh sebenarnya terdiri dari koloni bakteri dan jamur yang saling bersimbiosis.

Nama Kambucha diambil dari seorang dokter asal Korea, Dr Kombu yang membawa ramuan tradisional berusia lebih dari 2.000 tahun ini ke Jepang pada abad ke-5. Ramuan ini jauh-jauh didatangkan dari China sebagai persembahan untuk penguasa Jepang saat itu, Kaisar Ingyoo.

Sejak saat itu, teh Kombucha mulai dikenal sebagai minuman kesehatan dan menyebar dengan cepat ke segala penjuru dunia. Kini minuman itu sudah populer di berbagai wilayah termasuk Rusia, Eropa dan berbagai negara di benua Asia.

Berbagai klaim bermunculan, ada yang mengatakan teh Kombucha bisa menurunkan kadar kolesterol dan mengobati kanker. Bahkan ada yang mengoleskannya pada kulit kepala untuk mengatasi kebotakan sehingga dijuluki juga sebagai wonder tonic.

Meski demikian, tidak semua orang percaya pada khasiatnya. Ahli penyakit dalam dari Mayo Clinic, Dr Brent A Bauer termasuk salah seorang praktisi kesehatan yang meragukan berbagai klaim tentang teh Kombucha yang menurutnya agak berlebihan.

"Hingga saat ini belum ada satupun uji klinis pada manusia yang membuktikan manfaat teh Kombucha. Bukan berarti tidak ada manfaatnya, tapi untuk saat ini berbagai klaim itu belum punya dasar ilmiah," ungkapnya seperti dikutip dari MSN Health, Kamis (10/2/2011).

Jangankan bermanfaat, Centers for Disease Control and Prevention di Amerika Serikat justru pernah melaporkan adanya korban keracunan teh kombucha. Pada April 1995, 2 wanita masuk rumah sakit akibat asidosis atau kelebihan asam dalam cairan tubuh.

Kedua korban mengkonsumsi teh tersebut secara rutin setiap hari, sejak 2 bulan sebelumnya. Salah satu di antara kedua pasien itu akhirnya tewas, sementara yang satu lagi dapat diselamatkan meski dalam perawatan jantungnya sempat berhenti.

Asidosis metabolik atau meningkatnya tingkat keasaman dalam cairan tubuh merupakan salah satu efek samping teh Kombucha. Efek samping lainnya yang pernah dilaporkan adalah keracunan dan kerusakan hati karena dipaksa sbekerja lebih keras untuk memetabolisme asam.

Meski begitu belum pernah ada himbauan dari pihak terkait untuk tidak meminum teh Kombucha. Food and Drug Administration di Amerika hanya mengimbau agar teh ini diminum dalam jumlah wajar, kira-kira tidak lebih dari 4 ounce (120 mL) perhari.


(up/ir)